Hadapi Kematian Dengan Senyuman
Tahun baru 2009 sudah berjalan sampai hari ke 6. Dunia masih lesu dengan krisis ekonomi global.
Tanggal 27 Desember 2008 kemaren, ranah timur tengah kembali bergolak. Israel melancarkan serangan ke Jalur gaza wilayah palestina. Ratusan penduduk sipil menjadi korban kekerasan itu. Anak-anak tak berdosa menjadi korbannya. Selalu saja yang tak bersalah menjadi korban. Perang memang menyisakan kesedihan bagi siapa saja.
Hari ini 6 Januari 2009, ketika pertama kali aku mengisi blog ini, sebenarnya dengan perasaan perih di dada. Bukan karena aku melihat perceraian di kalangan artis, perseteruan di meja hijau, demonstrasi di mana-mana, atau karena ulah kapanlagi.com yang mempermainkan para teman dan sahabat blogger Indonesia, tapi lebih kepada, manusia telah kehilangan hati nuraninya. Hari ini Israel melancarkan lagi serangan ke Palestina, jumlah korban menurut TV One yang merelay dari jaringan tv Al-Jajirah, sudah mencapai 580 orang, itulah breaking newsnya.
Aku sedikit tertegun, manakala bom dan roket itu diluncurkan di subuh hari. Barangkali kalo einstein melihat ini, dia bakalan menjadi lebih gila. Karena ciptaannya ternyata banyak membawa mudharat ketimbang manfaat. Bom-bom itu dijatuhkan di atas kawasan sipil bukan pada tentara palestina yang mereka perangi. Maaf ini opini pribadi saya, mereka ingin memusnahkan etnis tertentu, seperti yang kemarin terjadi di bosnia herzegovina, masih ingat bukan?
Sekali lagi maaf, saya tak berbicara soal keyakinan di sini, tapi lebih kepada hati nurani kita sendiri. Konflik ini adalah tragedi kemanusiaan paling buruk yang mengawali tahun baru 2009.
Semoga bukan firasat buruk untuk mengawali tahun baru ini. Dan aku tercenung manakala melihat wajah-wajah korban tak bersalah yang telah dikafani. Melihat wajah para orang tua yang kehilangan anak-anak belahan jiwanya. Tak terasa air mata ini menitik. Aku merasa sangat kecil karena tak bisa berbuat apa-apa menyaksikan kekejaman tersebut.
Sekali lagi ini bukan soal keyakinan, tapi lebih kepada tragedi kemanusiaan.
Ah… seandainya saja Einstein tak menciptakan yang namanya bom atom, barangkali saja tak banyak korban dari tragedi Hiroshima dan Nagasaki. Tak ada yang namanya bom nuklir hasil dari pengembangan bom atom, sehingga segelintir individu mengatasnamakan keyakinan dengan seenaknya menghancurkan umat di muka bumi ini. Barangkali ini juga karena keangkuhan kita sebagai manusia.
Seandainya saja aku adalah Goerge Bush atau Barack Obama, maka akan aku tunjukkan pada Israel bahwa aku adalah pemimpin dunia yang dijuluki dengan polisi dunianya, untuk menekan PBB membuat deklarasi dengan seluruh negara di dunia untuk mengembargo Israel atas sikapnya yang menjengkelkan itu. Kenapa musti takut dengan ISRAEL? Negara yang cuma seuprit, dengan kekayaan alam terbatas, tapi harus diakui otaknya pintar dan licik bagai ular.
Tapi apakah lidi yang sebatang bisa mengalahkan lidi yang dikumpul menjadi sapu lidi? Tentu hal yang mustahil kecuali dengan izin Tuhan.
Sekali lagi ini bukanlah soal keyakinan tapi tragedi kemanusiaan. Dan atas nama kemanusiaan, saudara kita yang bernama manusia dan hidup di palestina tengah dizalimi oleh saudaranya yang juga manusia bukan monyet, itupun kalo mereka memang masih pantas kita sebut manusia.
Barangkali juga aku mau bikin kontes saja, untuk mencari ilmuwan yang bisa menhancurkan teknologi atom itu, ibaratnya memusnahkan dari muka bumi ini.
Para sahabat, teman, blogger, saya mengajak kalian untuk mengatakan perdamaian dan anti perang serta kekerasan, bukan hanya pada terorisme saja. Mari nyatakan perang pada yang namanya invansi ke negara lain. Bukan cuma waktu harga diri kita sebagai blogger diinjak-injak oleh kapanlagi.com.
Seandainya saja postinganku ini bisa nyampe ke tangan para pemimpin dunia, membuka pintu hati dan nurani mereka untuk lebih keras lagi memberikan tekanan pada Israel untuk menghentikan kejahatan perangnya. Seandainya saja postingan ini dibaca oleh Presiden Israel: Ariel Sharon, oleh sekjen PBB. Dan seandainya saja postingan ini nyampe ke tangan rakyat Palestina, sehingga mereka tahu, bahwa semua saudaranya tak mengenal latar belakang keyakinan, asal muasal, semuanya mendoakan bagi perdamaian dan keamanan di Palestina, tanah sejuta doa. Dan sebagai motivasi dorongan semangat buat mereka untuk tetap terus berjuang mempertahankan tanahnya.
“ Saudaraku di Palestina
baik yang berdoa di tembok ratapan Yahudi
yang berdoa di masjidil Aqso
yang berdoa di gereja Katedral
Semuanya adalah manusia ciptaan Tuhan
Yang berhak hidup dan mendapat kedamaian
Sama dengan manusia lain di belahan bumi manapun
Bersabarlah… bersabarlah
Teruslah berjuang karena Rahmat Tuhan selalu bersama kalian
Kematian yang indah adalah mendapat surga yang dijanjikan i don t care download mp3
buat yang hidup songsonglah
dan hadapi kematian itu dengan senyuman ”
Maaf kalo tulisan ini rada berat di baca dan di pahami, tapi percayalah ini semua nyata. Jangan lagi tutup mata dan telinga kita tentang apa yang sudah dan sedang terjadi pada dunia kita saat ini. Mari merenung dan berkhayal, seandainya saja dunia ini aman dari perang, seandainya saja saat perang ini jagoan-jagoan itu pada turun tangan, mulai dari Spiderman, Superman, Batman, X-Men dari belahan barat, kesatria dari bumi Yunani, seperti Saint Saiya, atau juga power ranger, Doraemon dengan kantong ajaibnya dari negeri matahari terbit, Gatot kaca dari tanah Jawa Indonesia. Semua pergi berperang dan menghancurkan kebatilan di ranah Palestina.
Dan yang jelas harus bersyukur tinggal di Indonesia yang Insya Allah aman dan damai sentosa ini. Masih bisa bebas jalan dan belanja habis-habisan di mall karena lagi diskon. Masih bisa ngenet di warnet sampe puas, masih bisa makan, masih bisa menghirup udara segar bukan udara yang sudah tercemar oleh radiasi bom, masih bisa sekolah, masih bisa kerja, masih bisa berobat ke rumah sakit meski kadang2 tidak mendapatkan pelayanan yang baik.
Pokoknya bersyukurlah.
Dan ini bukan andai-andai,
aku ingin hadapi kematian dengan senyuman
seandainya ia nanti datang menghampiriku.
Andai aku superhero dan punya kekuatan luar biasa, maka aku akan memberi pelajaran yang mahal buat Israel supaya tidak semena-mena lagi terhadap hak orang lain.
Bener khan para blogger????
Dan karena aku blogger, maka aku akan turut berjuang lewat ngeblog.











January 6th, 2009 at 2:18 pm
Life can seems so unreal and unfair,,
but i believe that god will give us something here…
begitu juga dengan rekan di palestina dan israel, semoga mereka bisa merasakan pemberian dari tuhan… emski kadang terasa tidak adil…
saya percaya tuhan punya rencana di belakang ini semua..
January 6th, 2009 at 8:03 pm
pertamanya sih gag mau tau n gag urus lah ama negara orang karana negara sendiri aja masih brantakkan.
tapi setelah aQ liat di televisi , baca koran , dan denger radio !!!
Subhanallah . . . . .
betapa biadabnya israel. yang telah menghancurkan palestina.
begitu banyak anak² dan para wanita yang menjadi korban akibat kekejamannya.
semoga ini cepat berlalu . .
dan israel medapatkan balasan dari ALLAH SWT (amin)
January 7th, 2009 at 4:21 am
Kalo saja Einstein tak menciptakan bom atom, maka akan ada nama yang lain yang menciptakannya…
January 7th, 2009 at 5:01 am
Benar… semoga Allah SWT memberikan kemenangan kepada hamba-Nya yang selalu berada pada jalan yang benar.
January 7th, 2009 at 5:06 am
Sudah begini ini keadaannya, Mas. Untuk Berdamai Pun kita harus perang.
January 7th, 2009 at 1:04 pm
semua kita rasanya ingin bisa berbuat, tapi yaa apa daya.. hanya doa yang bisa dibuat.. tapi tak mengapa. teruslah berdoa dan berbuat semampu kita
January 7th, 2009 at 3:39 pm
Perang, apapun bentuknya itu, apapun sebab atau alasannya, atau siapapun pelakunya, selalu yang paling menderita adalah yang tidak bersalah (the inocence).
Dan seringkali kita merasa tidak berdaya untuk berbuat apapun, karena kita bukan Barack Obama, Superman ataupun Gatotkaca.
Apa yang bisa kita lakukan? Tentunya berdoa, selalu membantu.
Tapi ada banyak hal-hal kongkrit lainnya yang bisa kita lakukan. Semuanya mulai dari diri kita sendiri, kadang kita lupa bercermin kepada diri sendiri, bagaimana sih sebenarnya diri kita ini, sudah layak-kah?
Kalau sudah, gantian melihat di sekeliling kita pribadi, orang-tua, anak, saudara, teman-teman, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Sedikit senyum, bahu untuk menangis, atau hal-hal kongkrit lainnya.
Kedamaian adalah anugerah, saya yakin kalau kita semua mau mulai seperti ini, dunia ini akan menjadi lebih tentram.
“Start from yourself, do the best you can, and let God do the rest”
NB: Kalau Mas ingin dunia ‘lebih’ mendengar apa yang Mas ingin sampaikan, ada baiknya kalau postingan ini diterjemahkan ke Bahasa Inggris
Orang Amerika, Israel dan Palestina kan nggak ngerti Indo
Salam Damai !
January 7th, 2009 at 6:38 pm
Yah.. Perang memang selalu meninggalkan penderitaan, kesedihan, kematian, dan kebencian.
January 8th, 2009 at 1:33 pm
semoga mereka yg sengsara dan menderita mendapatkan ketabahan dari Tuhan.
January 8th, 2009 at 1:41 pm
Semoga reaksi dunia membuat Israel mengentikan ulahnya yang sudah keterlaluan. Dan semoga para korban keganasan Israel tegar dan tabah serta diampuni Allah SWT dan yang meninggal mendapat syahid di jalan Allah.
January 9th, 2009 at 9:39 am
Setuju kalo itu adalah krisis kemanusiaan jadi bukan lainnya… perang sudh tercetus, hanya doa yang dapat kita panjatkan dan hanya kepadaNyalah kita berpasrah diri
January 9th, 2009 at 10:10 am
menghadapi kematian dengan senyuman, merupakan sebuah hal berat, tapi pantas untuk dilakukan,,
Perang tidak menghasilkan apa-apa kecuali penderitaan, kemenangan yang diperoleh tidak sebanding dengan akibat yang ditimbulkannya..
vote for a world without war.
January 9th, 2009 at 10:42 am
berdoa aja semoa saudara2 kita di palestine akan merasakan kedamaian di negerinya…
dan israel… hhhh… Allah akan membalas semua perbuatannya
January 12th, 2009 at 10:40 am
memang semasa bisa nulis ya ayo nulis…!
January 13th, 2009 at 3:23 am
Palestina menyapa cinta
Semoga kita senantiasa merasa
Dan lihatlah semangat membara
Gaza yang membaja
Sahabat, lama ga bersua
January 13th, 2009 at 10:20 am
Wah postingannya bikin buka aku lebih perhatian ma palestina. Walau aku udah nyumbang dengan ikhlas kayaknya nggak ada apa2 nya dengan penderitaan mereka.
Mengingat tiap detik mereka pasti bertanya begini “Apa hari esok aku masih bisa melihat dunia?”
January 15th, 2009 at 3:51 pm
ikut mendoakan lewat blog ah … karna aku kan blogger
January 16th, 2009 at 4:20 pm
Seharusnya santet aja PM Israel…
kan Indonesia banyak Paranormal toh..
heheheheh
DIe Israel…
January 16th, 2009 at 5:02 pm
it’s hurt.. and i cant do anything except do’a
January 17th, 2009 at 9:53 pm
bener kata ahmadinejad… dunia bakal aman kalo israel dihapus dari peta dunia… hehe
January 29th, 2009 at 7:54 am
Buat cinta, jangan perang.
Saat ini hanya bisa berdoa.
January 30th, 2009 at 8:58 am
aku juga sedih bgt denger berita ini…
aku bantuin doa tiap hari buat mereka.. warga palestina
February 3rd, 2009 at 9:05 pm
mati bisa tersenyum? saya gag bisa pak.
soalnya blom siap mati
maaf joke.
btw pak..
gimana kabarnya..
koq jarang keliatan?
February 6th, 2009 at 6:15 am
crime ada di mana2.. termasuk di Medan ya, mas.. Gak nulis soal tragedi ka DPRD ?
February 8th, 2009 at 2:09 pm
dah lama ga main kesini..makin keren aja neh blognya bang ??
sabar bang..sabar…
intinya berdoa aja biar semuanya aman, damai…
god bless indonesia
god bless
February 8th, 2009 at 3:57 pm
The real terorist is israel. Mereka tidak melakukan perang tapi melakukan pemusnahan etnis palestina.
Tercerai-berainya dunia islam semakin memperparah arogansi israel.
June 28th, 2009 at 8:28 am
[...] Reallylife.info : Hadapi Kematian Dengan Senyuman [...]