Aku Mau Minta Tolong
Hari ini aku berkaca di cermin, mencoba melihat tampilan diri. Baju yang kupakai lumayan lah harganya, celana walaupun nda merek terkenal tapi ada lah merknya, sendal juga, pakai minyak rambut, trus minyak wangi juga. Hem sepintas kelihatan rapi, apalagi kalo berdasi pasti orang nyangkanya aku parlente. Kalo pergi ke kafe atau ke bank mau minjam duit atau minta tolong, 80% pasti dilayani dengan baik ataupun bisa dapat pinjaman, tinggal bilang aku ini ponakan atau saudaranya siapa gitu.
Begitu liat di depan, ada seorang nenek yang udah renta, dari pakaiannya kumal banget. Dia bilang gini
” Tolong pak,bu, saya mau minta kardus bekasnya buat nutup atap rumah saya “
Hem berbagai reaksi terjadi
” Maaf ya bu, saya nda punya kardus ”
” Maaf nek, uang saya pas-pasan ”
” Maaf nek , saya lagi terburu-buru kerja ”
Atau ada yang dalam pikirannya
” jangan2 ini penipu, ada yang nyuruh ”
Ups… aku melihat pada diri ku lagi
Bagaimana ya kalo aku yang ada di posisi itu, tampang gembel, baju rombeng2, bau karna jarang mandi, tidak bersih , tidak wangi, kira2 ada tidak ya yang menolongku???
Manusia, masih saja disibukkan oleh penampilan fisik dan tampilan luar saja, kalau kita punya uang banyak, teman itu bagaikan semut yang mengelilingi gula, kalo kita nda punya uang, teman itu sulit banget, sesulit mencari jarum di tumpukan jerami.
Ketulusan ada di hati kita masing2. Kebahagiaan ada di hati kita masing2.
Berpenampilan seadanya sesuai kemampuan, sederhana dalam bersikap, tulus dalam pertemanan, Insya Allah, teman dalam suka dan duka akan didapat.
Jadi pengen ngaca lagi
Seandainya kehidupan ini berputar lagi, dan Tuhan dengan sayangnya memberi cobaan itu, aku sanggup tidak ya??
Ah.. tak mau berandai-andai jelek memang, tapi yakinlah tak semua realita di dunia ini indah, kadang ia sepahit empedu yang dikunyah oleh lidah. Namun jika tetap berpikiran positife dan memandang dengan indah, semua pasti bisa dilewati.
Itu SaJa











April 3rd, 2009 at 2:11 pm
Hm… Jadi mau ngaca juga
April 3rd, 2009 at 2:18 pm
realita hidup yang masih tetap ada sampai saat ini..
masih banyak kita yang hidup dengan segala keegoisan kita..
tidak perduli dengan orang2 disekitar kita…
April 3rd, 2009 at 3:22 pm
hidup adalah sandiwra.. bukan sekarang tapi mungkin besok kita berperan seperti yang lain ato bahkan seperti yang tidak kita inginkan *who knows bro?*
April 3rd, 2009 at 4:44 pm
orang bijak bilang, “ikatlah nikmat dengan rasa syukur” salah satu cara-nya bisa saja dengan menanam simpati dan ber-empati kepada mereka yang tak seberuntung kita.
April 3rd, 2009 at 4:46 pm
kadang, keadaan bisa memaksa seseorang jadi tampak egois
April 3rd, 2009 at 4:48 pm
Hidup memang tak selamanya indah bang … tapi selalu manis
April 3rd, 2009 at 7:07 pm
Terima kasih sudah singgah di blog saya (There Are Places I Remember).
Kalau Said suka membuat renungan-renungan seperti ini, mungkin cocok kalau bergabung di milis Sekolah Kehidupan.
Semangat terus … kawan!
April 3rd, 2009 at 7:47 pm
wah..
saya jadi ingat pepatah,
“jangan lihat kulitnya kalau belum tahu isi-nya”
gitu kali yah? hehe
April 4th, 2009 at 2:11 am
ehm…. kayanya ada acara mirip gitu di tipi2 ya?
April 4th, 2009 at 2:39 am
Kunjungan pertama salam kenal yaa, semoga bisa menjadi sahabat
April 4th, 2009 at 3:09 am
saya jadi dapet pelajaran berharga dari sini
.
April 4th, 2009 at 5:55 am
Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.
April 4th, 2009 at 7:05 am
Menolong lah tanpa pamrih dan kesimpulan macam2
sedih deh kalau keadaannya begitu
disaat kita tidur nyaman didalam sebuah rumah
ada saudara2 kita yg hanya beratapkan kardus…
sedihnya
April 4th, 2009 at 7:47 am
sedih…
sedih…
sedih…
April 4th, 2009 at 10:11 am
That’s life!
Itulah hidup, ya sekarang tergantung kitanya, mau mengikuti yg mainstream-kah?
April 4th, 2009 at 2:58 pm
semangat bro…
April 4th, 2009 at 3:17 pm
cerita yang bagus mas dan kedengaran seksi
emang kita harus sering ngaca nih
apakah kita cakep fisik ato cakep hati
April 4th, 2009 at 6:16 pm
Hi Mas… Apa kabar ? *padahal dah minta tolong yah*
Minta tolong kantor polisi Mas… wkwkwkw…
Btw salam kenal dan kami mengundang anda untuk bergabung di kafeblogger.com – tempat ngumpul para blogger
April 4th, 2009 at 6:50 pm
hmmm..berkaca diri emang perlu yah..
April 5th, 2009 at 2:19 am
keren banget lae…
pesan moral yg sangat positif
kita sudah terbiasa tuk “mendewakan” kulit
lantas menjadi sombong dan lupa diri…
April 5th, 2009 at 3:07 pm
sini2 saya tolong,, hehee…
April 6th, 2009 at 5:54 am
Lam kenal aja dech semua!!
dari pelajaran-blog.blogspot.com
April 6th, 2009 at 9:38 am
wah .. nice post ..
jadi berkaca juga nih diriku
April 6th, 2009 at 12:37 pm
*tersadarkan*
makasih ya ^^
April 6th, 2009 at 12:57 pm
@adieska : dah ngaca belum?
@parlin : betul banget bang
@almascatie : betul, betul, betul
@tan : setuju mas tan
@tan : semoga kita bisa mengontrol keegoisan ya
@Rindu : Setuju Ukhti
@Bambang : terima kasih mas, Insya Allah nanti mau coba bergabung
@Ariel FX :Betul lah itu bang
@Reza Fauzi : Tau acaranya khan? hehehe
@Irwan M Santika : terima kasih kunjungan perdananya, Insya Allah bisa jadi sahabat
@wahyoe : terima kasih, semoga bisa sama2 belajar ya
@Hendri : setuju banget mas
@Ria : semoga kita bisa terus bercermin dan mensyukuri hidup ya mbak
@thegands : ikutan sedih juga ni
@Hell-da : betul itu, kita mau ikut arus yang mana
@annosmille : terima kasih mas
@oscar : bener banget, jadi mas oscar termasuk yang mana ni? hayoooo dijawab … mode senyum on
@kafe blogger : terima kasih atas undangannya
@andre : sepertinya perlu
@Nyante Aze Lae : itu dia bang, sebenarnya ingin menyadarkan diri sendiri dulu, makasih dah sering mampir ya
@Myryani : makasih pertolongannya, btw mau nolongin saya apa ni? hehehe
@pelajaran blog : lam kenal juga
@agung agriza : sep, mari selalu merenung dan berkaca tentang kehidupan yang kita jalani
April 6th, 2009 at 1:13 pm
Trus gmana dgn nenek itu, ada yg perduli gak pada akhirnya?… Oya masang kaca di warung bang biar pellanggan cantik dan ganteng dapat menatap diri hehe… oya gw juga seneng kalo pas nunggu pesenan nyambi nyuri2 ngaca….:D:D
April 7th, 2009 at 10:40 am
@Rita : ehm, sepertinya ada bun. udah tak pasang bun, yang ada malah ngeliatin saya semua
hehehe
April 7th, 2009 at 2:45 pm
Jangankan minta tolong, aku pernah dimaki “gembel” di Jakarta… wakakakakak … aku mah cuek karna aku tak butuh mereka… perkataan itu tetap mengendap di kepala dan hatiku… coba kalo aku bener-berner gembel dan miskin, apa ada orang yang peduli?
April 8th, 2009 at 11:38 am
@juliach : ya begitulah bun manusia, btw kapan ni mampir ke Medan??
April 10th, 2009 at 10:25 pm
dari tadi pagi aku ngaca,, kok tetap ganteng ya ??
April 11th, 2009 at 8:23 am
@andro_simar : masa sich?? jadi pengen liat
hehehe
April 13th, 2009 at 3:06 am
makanya kalau lagi ngaca kita musti berdoa: allahumma kamaa hassanta khalqii, fahassin khuluqi. ya allah, sebagaimana telah engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pulalah akhlakku. agar kita tetap rendah hati dan bagus budi pekerti. hehe… soal ini mah bang said udah paling tau yak? sotoy deh saya.
April 13th, 2009 at 3:34 pm
@marshmallow : bener banget bun, yang jelas jangan lupa berdoa, ngga juga bun, malah kayaknya nda tau banyak, manusia biasa gitu lo