What If ( Seandainya Saja…)
What if there is no war in this world?
What if there is no trouble in my life?
What if Einstein never found about atom teory?
What if there is no pain in our lives?
What if i have a lot of money?
there is to many what if in our life. That it is make us just make our own dreaming without try to make its come true.
For me don`t said only “what if” but must go on. Cause ordinary life just need to trough away not to thinking so much. if you have pain and want to pass it just see these post, we are zero
so, please erase what if in our mind, and change to ” IT IS …”
It is my car, it is my home, it is my dream come true, etc.
by the way what we said ” WHAT IF ” in japan languange?
Seandainya saja di dunia ini ngga ada perang
Seandainya saja ngga ada masalah dalam kehidupan kita
Seandainya saja Einstein ngga pernah menemukan teori bom atom
Seandainya saja ngga ada kesakitan dalam kehidupan kita
Seandainya saja aku punya uang banyak
Terlalu banyak pengandaian dalam hidup kita, itu kadang-kadang membuat kita semakin terlena dalam mimpi dan angan-angan tanpa mau berusaha mewujudkannya
Bagi saya, tidak perlu mengatakan ” seandainya” karena hidup terus berjalan. Karena hidup ini cuma butuh dijalani sesuai apa yang terjadi tanpa harus dipikirkan terlalu banyak. biarkan bagai air mengalir. Kalau ada kedukaan dalam hidup kita barangkali melihat di postingan ini akan sedikit banyak membantu ” kita adalah zero “
jadi, mau ngga menghapus kata seandainya dalam pikiran kita dan menggantinya dengan ” Itu dia “
Itu dia mobil saya, itu dia rumah saya, itu dia impian saya yang menjadi nyata dan lain-lainnya
ngomong-ngomong ” Seandainya saja ” bahasa jepangnya apa ya?











May 10th, 2009 at 6:45 am
Waduh maaf mas saya dah lama ga belajar bahasa jepang… jadi yang ingat cuman sebagian aja seperti yang kmarin itu.. he… he…. he….
May 10th, 2009 at 8:05 am
wah baru tau udah pindah alamat
apakabar mas?
May 10th, 2009 at 8:58 am
“Seandainya saja” saya bisa bahasa jepang,
mungkin saya bisa menjawabnya….
May 10th, 2009 at 9:13 am
kenapa harus berandai2? semuanya udah terjadi..xixixi…
mana undangannya ?
May 10th, 2009 at 9:39 am
berandai-andai, harusnya dihindari, lebih baik melakukan sesuatu dari hal kecil
May 10th, 2009 at 9:58 am
waduh juga…..
itu ku artikan bahasa jawa aja sulit….. apalagi bahasa japan..
kira2 ini…..
kono sekai de wa sensou da to omou
gak tau benar apa salah….. yang jelas sekai dan sensou = dunia/negara dan perang
May 10th, 2009 at 10:40 am
seandainya.. duhh.. pengandaian yang hanya bisa menjadikan kita bermimpi tanpa berbuat yach… mending… ganti make apa ya? make “saya akan”
May 10th, 2009 at 10:48 am
Saya pun terkadang berandai-andai, bahkan tak tanggung2 setidakmungkin mungkin menurut kaca mata kapasitas.
Tetapi, dengan begitu Saya tetap semangat untuk memaknai hidup yg hanya sesaat ini.
May 10th, 2009 at 11:02 am
setuju nih. terlalu meng andaikan saja gak ada bagusnya, harus mengimplementasikan.. halah bahasanya. hehe
May 10th, 2009 at 1:00 pm
what if..
jadi inget judul lagunya coldplay..
nggak usah berandai-andai ah..
dijalani aja..
May 10th, 2009 at 1:28 pm
pertanyaan yg paling sering muncul di pikiran saya :
“Apa yang terjadi seandainya uang tumbuh diatas pohon ?”
hehehe…
May 10th, 2009 at 1:42 pm
saya angkat tangan saja… kekeke
May 10th, 2009 at 1:46 pm
ha-ha…
‘what if’ bagi saya bukanlah hal terlarang, koq… saya masih suka menggumamkan ‘what if’ untuk menelisik balik hal-hal kurang baik atau kesalahan yang sudah saya lakukan untuk mencari sebab-musababnya…
what if i did this than that…?
May 10th, 2009 at 1:47 pm
pengandaian yang paling menakutkan… what if GOD leave me alone… uups..jangan deh.. btw..makasi atas kunjungannya ya..makasi juga ‘kita adalah zero’ dipublish di sini (makasi link nya)… keep writing, let make our blog for achieving valuable life…
May 10th, 2009 at 5:56 pm
Wah mas aRif dan Bung Adee ngumpul juga disini ya ….
May 11th, 2009 at 4:42 am
Ora iso bahasa Jepang…
ngerti gak ? hehehhe
May 11th, 2009 at 5:53 am
wah, bang said sedang senang berbilingual nih.
bagus deh.
tapi kalau nggak salah, what if dalam kalimat bang said masuk ke dalam kategori conditional type II, sehingga musti menggunakan past tense. contohnya untuk kalimat: what if there is no war in this world? semestinya menjadi what if there was no war in this world?
*sotoy nih marshmallow*
May 11th, 2009 at 6:21 am
hidup itu kenyataan … nasib adalah raihan … takdir adalah cobaan … warnai dunia ini dengan warna warni niat hati …
May 11th, 2009 at 7:33 am
Menurut gue sih kita boleh2 aja kok kalo berandai2, asal jangan terlalu muluk2, ntar yang ada malah jadi stress lagi kalo yang diandaikan nggak terpenuhi
May 11th, 2009 at 8:45 am
seandainya saja saya jadi polwan
itu jelas…. kan sy hanya lelaki
May 11th, 2009 at 9:09 am
I Used To Ask To God What If..
I Used To Ask To God Why..
But I Know That He Wont Answer Our Question..
We Have To Figure It Out..
This Is Our Life..
May 11th, 2009 at 11:48 am
andai semua itu tidak terjadi, dunia ini hanya akan ada warna putiiiii smua ato iteemmmmm…..smuaaa… itu pasti juga akan menjemukan yaa….
May 12th, 2009 at 3:06 am
what if… believing is reality?
May 12th, 2009 at 2:25 pm
Klo bahasa belandanya…”als Ik ” dunk Bro
May 12th, 2009 at 3:43 pm
it’s more like “dunia ini panggung sandiwara”. ya kebanyakan dari kita sih selalu berandai .. tapi ya gapapa juga, untuk membumbui hidup ..
May 13th, 2009 at 3:29 am
Seandainya itu semua terjadi…. Betapa enaknya!!
May 13th, 2009 at 4:24 am
emang enak kalo berandai andai..
May 13th, 2009 at 7:18 am
what if there’s no way to get happiness in this life? cross it out of your mind and let us say, There is happiness in every single day in your life. hehe…
May 13th, 2009 at 7:24 am
hehe gramatically saya masih salah seharusnya was, kan conditional 2. hha. bisa diamuk di tempat les nih. seharusnya saya ngebenerin. hehe. oh iya mending nanyanya gini, how to say “what if” in japanese? sorry, koreksi dikit aja kok. hehe
May 13th, 2009 at 8:20 am
jadi malu sendiri saya kalo kesini hehehehehe
May 13th, 2009 at 11:29 am
terlalu banyak pengandaian ya? apa karena pas SD diajarin kata2 itu jga kali
May 13th, 2009 at 12:34 pm
kata “seandainya” menurut saya merupakan suatu motivasi manusia untuk meraih impianya
hik
May 13th, 2009 at 11:19 pm
blognya kalau dbuka pake hp nggak kliatan tulisannya. hehe.. coba instal plugin wp-mobile dari alex king deh.. hehe..
May 14th, 2009 at 1:38 am
Sudah takdirnya begitu…jadi kita trima saja dah..hehehehe
May 14th, 2009 at 5:01 pm
Duh aku ngak bisa basa jepang itu bang!
May 15th, 2009 at 3:40 am
you should listen to “imagine” by john lennon.
May 16th, 2009 at 3:15 am
wuih jadi inget fungsi if di excel
di hadapkan pada beberapa pilihan
salam kenal mas,,,jgn lupa komen baleknya
May 16th, 2009 at 9:43 am
seandainya dunia ini nggak ada pelajaran matematika…
bisa rugi semua donk pedagang…
wekekeeekek!
May 16th, 2009 at 10:49 am
bisa sekalian belajar bahasa inggris di sini
May 16th, 2009 at 10:55 am
wah gk muncul komentarnya
May 16th, 2009 at 12:57 pm
@adeesign : o gitu to. jadi gimana ni? hehehe
@angganteng : iya, baru pindah, khabar baik ni mas
@jingga : iya juga, seandainya iso bahasa jepang ya?
@quinie : iya juga ya bun, ntar bun masih dalam rencana, hehehe
@negeri hijau : bener banget, no talk but action more, ya to?
@ariefiew : kalo judulnya aja mas, bahasa jepannya opo?
@ceznez : betul, betul,betul, aku sejutu banget
@Acha : kalo hal itu membuat yang positif pada diri kita, kenapa ngga berandai-andai, bener khan?
@dawiecool : bener mas, implementasi
@nurannisaa7 : bener banget, setuju
@fraders : kalo bener tumbuh, aku mau nanam seribu pohonnya di rumahku hehehe
@suryaden : aku juga jadi angkat tangan ni mas, hehehe
@infinite justice : bener banget, jadi renungan baik juga
@ceuceu : sama2, dan Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita semua
@johar : iya , pada gabung di sini.
@eka situmorang-sir : ngga bisa bahasa jepang ya? wah aku itik-itik iso ngomong jowo, hehehe
@marshmallow : iya bun lagi seneng bilingual. Iya bun, maaf ni kalo aku salah, maklum soale sambil belajar bahasa Inggris juga, koreksi diterima bun, cuma menggantinya ntar dulu ya bun, masih ada kerjaan ni.
@nomercy : kerana hidup sangat-sangat indah
@Zippy : bener banget, just relaks tapi pasti menghadapi hidup, gitu khan mas?
@afwan auliar : karena laki-laki, jadi polisi aja ya mas, hehehe
@Hop : GOD already give us a way to figure out our life, maybe until now we not found that way, but never give up ya?
@Rita : iya bun, makanya mendingan gini, ada hitam, putih dan abu2, bener khan bun?
@missglasses : do you believing to the reality?
@indo : hemm, kayaknya bole juga ni belajar nulis posting dalam bahasa belanda, mau ngajarin khan?
@eki : itu dia maksudnya, biar lebih punya taste, ya ngga?
@catra : kayaknya sich mas, tapi nda tau juga, namanya juga seandainya. hehehe
@ata chan : iya, asal nda keblabasan, hehehe
@ayaelectro : thats right. thanks for fixed it, btw bole ni dibagi ilmunya dari tempat les, soale masih dalam taraf belajar ni. makasih ya
@gempur : malu kenapa mas?
@masenchipz:kurang lebih seperti itu mas, hehehe
@unting : seharusnya seperti itu mas
@ndop : ntar mau dicoba dech, makasih infonya mas
@septian : kalo bisa berubah kenapa ngga? ya khan?
@juliach : kalo bahasa prancis bisa khan bun? bole belajar ama bunda khan?
@Faisal Admar : I will buddy. so how are you buddy?
@nyubi : mirip ya ama program exel? ntar kalo sempat saya kunjungi balik ya
@galih : ya iyalah, saya khan juga pedagang, brarti saya juga rugi, hehehe
@ryan : iya, kita sama-sama belajar di sini
@ryan : tuch dah muncul dan ditanggapi khan?
May 17th, 2009 at 10:04 am
^^ Replynya di jamak ya mas…hehehe
bener banget ni tulisan..gimana kalo kita menghapus seandainya…aku rasa kata2 seandainya emang menunjukkan sikap lemah dan menyerah…:D
May 29th, 2009 at 12:47 am
angan-angan kebanyakan hanya menjadi mimpi semu, angan-angan sering kali membuat kita terlena saja, angan-angan seperti candu suka memabukan orang yang bodoh yang tidak mengerti (Tidak mau mengerti) betapa indahnya hidup yang ada sekarang ini, angan-angan hanyalah milik orang-orang yang kurang pandai bersyukur. Jangan terlalu mengumbar angan-angan semu, bermimpi boleh saja tapi tetap kaki harus berpijak pada bumi.
Biarkan saja kehidupan mengalir, memang benar tapi hati-hati aliran nya kadang membawa kita ke air terjun yang sangat tinggi sekali.
semuanya ada dalam pola pikir anda, tergantung bagaimana anda mensikapinya saja.
May 29th, 2009 at 12:33 pm
@Tirta : biar nda panjang halamannya, hehehe. ya seandainya kata ” seandainya ” nda ada ya?
@abu athaillah : semuanya memang tergantung pada diri kita, mau mengikuti aliran yang mana, hidup adalah pilihan khan? semoga pilihan kita adalah yang terbaik
May 30th, 2009 at 2:01 am
kalau yang seandainya-seandainya itu terjadi,
hidup akan terasa begitu datar,,,
? betul?
May 30th, 2009 at 5:00 am
@denny : bener banget. khan ngga asyik kalo datar2 aja
June 9th, 2009 at 4:27 pm
“Seandainya saja di dunia ini ngga ada perang
Seandainya saja ngga ada masalah dalam kehidupan kita
Seandainya saja Einstein ngga pernah menemukan teori bom atom
Seandainya saja ngga ada kesakitan dalam kehidupan kita”
>>>> kalau saja seandainya itu semua ga terjadi, dunia ini ga akan terasa rame bang, ga akan berwarna…
“Seandainya saja aku punya uang banyak”
>>>> ini sih aku juga mauuuww…. hehehee…pisss
salam ukhuwah, terimakasi atas kunjungannya ke blog saya